Indikator tren dasar: apa itu MA (moving average) ?

Setiap trader mengimpikan alat yang simpel teteapi efektif untuk mendapatkan untung. Mulailah dengan moving averages (MA)! 

Salah satu trader tersukses di dunia, Larry Williams, selalu menggunakan moving averages dalam kegiatan trading nya. Di tahun 1987 dia berhasil mengubah $10,000 menjadi $1.1 juta dalam satu tahun. Semenjak itu, hasil ini dianggap sebagai rekor dunia. 

Moving average adalah salah satu indikator paling populer dalam dunia analisis teknikal. Karena berupa indikator tren, MA membantu menentukan awal dan akhir dari sebuah tren baru. Ada beberapa jenis moving averages yang berbeda dalam pendekatan kalkulasi nya. Setiap jenis MA memiliki fitur lemah dan kuat tersendiri. 

Definisi dan jenis moving averages 

Ada beberapa jenis moving averages. Mereka berbeda dalam metode kalkulasi dan sensitivitas terhadap perubahan harga. 

Rerata ini disebut “moving” atau bergerak karena dibentuk di grafik secara batang demi batang dan membentuk garis yang bergerak di dalam grafik tersebut. 

  1. Simple moving average (SMA). Ini adalah rata-rata aritmetis harga-harga dalam periode waktu tertentu (harga rata-rata). Ini adalah MA yang paling sederhana dan lambat. 
  2. Exponential moving average (EMA) and Weighted moving average (WMA). MA-MA ini digabungkan, karena formula nya mirip. Kalkulasi nya berdasarkan nilai harga historis. Oleh karena itu, semakin baru harga nya, semakin tinggi peran nya. Baik EMA maupun WMA membuat data yang baru-baru ini ada menjadi lebih penting bagi kalkukasi yang menerapkan koefisien spesial. Oleh karena itu, mereka lebih sensitif terhadap perubahan harga daripada SMA. Akan tetapi, EMA memberikan beban terhadap harga terkini secara eksponensial, sementara untuk WMA, beban relatif terhadap tiap harga membentuk progresi aritmetis. Ini sebabnya EMA lebih cepat daripada WMA. 

Ada tiga MA 21-periode yang diterapkan untuk menutup harga di dalam grafik. MA kuning cukup sederhana, MA merah eksponensial, dan MA hijau bersifat diberatkan. Perbedaan di antara mereka cukup kecil, dan untuk periode lebih pendek, mungkin tidak akan diperhatikan—tetapi jelas bahwa MA yang diberatkan adalah yang paling sensitif, Trader biasanya lebih memilih untuk menghadapi MA eksponensial untuk periode yang lebih singkat dan SMA untuk periode yang lebih lama. 

Cara menerapkan moving averages 

Parameter paling penting dari sebuah moving average adalah periode nya. Semakin besar periode nya, semakin banyak fluktuasi harga yang akan diselesaikan. Periode besar yang paling umum adalah 50, 100, and 200. Semakin pendek periode nya, semakin mudah bereaksi terhadap perubahan harga. Biasanya, trader menggunakan 9, 12, dan 21 periode untuk rentang waktu yang lebih kecil. Sekarang, kamu akan belajar caranya membangun sebuah Strategi trading moving average. 

Break (pecahnya) sebuah moving average

Ini adalah strategi trading moving average yang paling sederhana. Jika harga memecahkan sebuah MA ke arah atas dan berkumpul di atas MA, ini adalah tanda untuk membuka posisi jangka panjang. Keluarlah dari posisi segera setelah harga memecahkan MA ke bawah. Jika harga tetap di bawah MA, ini adalah tanda untuk jual, dan MA menjadi tempat bertahan. Ada 21-periode merah MA yang berdasarkan berasarkan harga penutup di dalam grafik. Panah menandakan posisi baru, dan silang menandakan penutupan nya. 

Titik potong dari dua moving averages

Metode ini biasanya berdasarkan dua moving averages dalam satu tipe tapi dengan periode yang berbeda. Salah satu dari mereka harus memiliki periode yang lebih lama (MA ini biasa juga disebut “lambat”. Tanda untuk membuka posisi adalah adanya titik potong moving averages. Jika MA yang cepat melewati MA yang lambat ke arah atas maka ini pertanda untuk beli. Sebaliknya, jika MA cepat melewati MA lambat ke arah bawah, ini adalah tanda untuk jual. 

Ini adalah bagian yang sama dari grafik seperti sebelumnya, tetapi ada MA baru: SMA kuning dengan 9 periode berdasarkan harga tutup. Posisi jual dibuka di batang berikutnya setelah titik potong pertama: SMA cepat dengan 9 periode melewati SMA lambat dengan 21 periode ke arah bawah. Titik tutup berada di batang berikutnya setelah titik potong kedua, tetapi kali ini, SMA cepat melewati SMA lambat ke arah atas. Hal ini juga menandakan posisi beli baru. 

Keuntungan dan kerugian utama dari moving averages 

Seperti yang bisa kamu lihat, trading kedua juga membawa unting, tetapi nilai profit nya kurang dibandingkan dengan sebelumnya. Alasan nya cukup sederhana. Strategi pertama hanya menggunakan satu MA, dan rangkaian data kedua adalah grafik harga. Untuk strategi kedua, ada MA 9 periode, alih-alih harga nya itu sendiri. Tetapi MA namapun adalah indikator yang lambat. Sehingga, sebagian dari pergerakan harga akan hilang, yang akan berakibat pada kerugian. 

Sekilas, tidak disarankan untuk menggunakan titik potong MA dalam trading, tetapi sebenarnya tidak seperti itu. Inti dari MA adalah pelancaran. Ini membantu untuk meniadakan sebanyak mungkin breakthrough palsu. Inilah keuntungan utama MA: membantu untuk trading dalam pasar yang sedang memiliki tren bagus. 

Ada dua kecenderungan yang berlawanan: rata-rata yang periode nya terlalu pendek akan berakibat pada tanda palsu yang sangat besar, sementara periode yang terlalu lama tidak memiliki kecepatan reaksi. Ini sebabnya periode kecil digunakan untuk trading jangka pendek, sementara jangka panjang diterapkan ketika trading di rentang waktu yang lama. 

Selain itu, ideologu MA tidak cocok untuk pasar yang flat. Kamu butuh beberapa kriteria untuk deteksi tren. Secara umum, ada dua basis dasar untuk penggunaan MA yang lebih efektif: 

  1. Menggunakan osilator disampung MA; 
  2. Menghindari periode yang terlalu singkat dari 1 hingga 30 menit, dengan lebih memilih menghadapi tren yang relatif jelas. 

Kesimpulan

Seperti yang telah disebutkan di atas, MA adalah salah satu indikator utama untuk analisis teknikal. Ini juga indikator terbaik dalam kesederhanaan dan visual nya. Akan tetapi, MA memiliki kerugian yang signifikan: ini adalah indikator yang tidak akurat. Oleh karena itu, strategi moving averages dalam trading harian yang sukses memerlukan pendekatan trading khusus seperti kumpulan moving averages dengan periode atau tipe yang berbeda. Solusi lain adalah untuk menggunakan indikator tambahan, seperti osilator, di samping moving averages. 

Bagikan
Salin tautan
Link copied
ARTIKEL TERKAIT
5 min
Cara menggunakan moving averages untuk membeli saham
4 min
5 indikator trading teratas untuk setiap trader pemula
4 min
Apa saja indikator datar yang paling populer?
5 min
Cara memilih indikator teknis untuk perdagangan harian
4 min
5 indikator terbaik yang harus digunakan semua pemula
4 min
Bagaimana cari menggunakan indikator negative volume index (NVI)