Cara trading dengan Pola Morning Star

Pola candlestick ini digunakan untuk memprediksi tren pergerakan pasar masa depan. Pola ini dibuat oleh pedagang beras asal Jepang berabad-abad yang lalu dan dipopulerkan oleh seorang pedagang bernama Steve Nison di kalangan pedagang Barat pada tahun 1990-an.

Pola morning star adalah salah satu dari sekian banyak pola candlestick populer yang digunakan dalam trading. Pada artikel kali ini, kita akan membahas cara trading dengan pola morning star.

Apa itu Morning Star?

10 Tanda-tanda candlestick terbaik

Morning star adalah pola visual tiga lilin yang ditafsirkan oleh analis teknis sebagai tren bullish atau naik. Morning star berkembang ke arah bawah (downtrend) dan menjadi tanda awal tren naik. Pola ini menunjukkan perubahan tren harga sebelumnya. Trader mengawasi perkembangan morning star sebelum menggunakan indikasi lain untuk menentukan bahwa pembalikan arah memang terjadi.

Ketiga lilin ini membentuk formasi bullish reversal (pembalikan arah naik):

  • Lilin hitam panjang yang memperlama tren turun yang sedang berlangsung
  • Sebuah lilin pendek di tengah yang lebih pendek dari open (pembukaan)
  • Lilin putih panjang dengan gap pada closed (penutupan) dan open di atas titik tengah dari panjang lilin pertama.

Lilin bullish (kosong) atau bearish (terisi) dapat membentuk bintang ini.

Apa yang ditunjukan oleh Pola morning star?

Tidak ada perhitungan khusus yang harus dilakukan karena morning star hanyalah sebuah pola visual. Titik terendah dari morning star adalah lilin kedua dalam desain tiga lilin. Namun, titik terendah menjadi terlihat hanya ketika candlestick ketiga telah ditutup.

Anda dapat menentukan terbentuknya morning star jika pergerakan harga mendekati area support atau jika RSI (indeks kekuatan relatif) menunjukkan bahwa saham atau komoditas sudah oversold. Tanda-tanda ini dan indikator teknis lainnya dapat memprediksi terbentuknya morning star.

Morning star terlihat seperti ini:

Sangat penting untuk diingat bahwa lilin tengah pada morning star mungkin berwarna putih atau hitam (atau hijau atau merah) karena penjual dan pembeli sesi ini mulai menyeimbangkan satu sama lain.

Gambaran trading pola morning star

Bagaimana cara membaca grafik saham?

Formasi morning star dapat digunakan sebagai indikator visual untuk awal pembalikan dari pasar bearish ke pasar bullish. Namun, seperti yang disebutkan sebelumnya, pola ini menjadi lebih relevan ketika didukung oleh analisis teknis lainnya. Volume yang berpengaruh pada pengembangan pola ini menjadi faktor penting lainnya.

Seorang trader umumnya berusaha untuk menyaksikan peningkatan volume sepanjang tiga sesi dari suatu pola, dengan hari ketiga akan menunjukkan volume tertinggi. Terlepas dari tanda-tanda lainnya, volume yang tinggi pada hari ketiga sering dianggap sebagai validasi pola (dan tren naik di kemudian hari). Saat morning star muncul di sesi ketiga, seorang trader akan membuka trading bullish di saham, komoditas, pasangan, dll., dan melanjutkan tren naik sampai ada tanda-tanda pembalikan lain.

Setelah pergerakan bull sudah diverifikasi sedang berlangsung, membuka posisi beli menjadi strategi trading standar untuk morning star. Polanya mungkin tidak berhasil jika Anda tidak memverifikasi pergerakan sebelum melakukan trading.

Kegagalan morning star akan menghasilkan pembentukan yang tidak upswing dan kerugian pada transaksi Anda.

Terdapat dua metode utama untuk memverifikasi pola morning star. Langkah pertama yaitu mengamati apa yang terjadi pada sesi yang mengikuti pola. Jika tren bullish tampaknya akan berlanjut, bisa menjadi langkah yang tepat untuk melakukan trading.

Namun, Anda juga dapat mengawasi apakah volume meningkat di dekat penutupan pola. Hal ini menunjukkan bahwa pasar menjadi semakin kompetitif, yang seharusnya mendorong naiknya harga.

10 tanda bahwa Anda akan sukses sebagai trader
Banyak trader memiliki sifat alami tertentu yang membuat mereka sukses. Sementara yang lain perlu mengupayakannya. Cari tahu mana yang Anda miliki!
Baca selengkapnya

Batas dan berhenti

Apa itu bayangan kandil?

Layaknya semua pola lainnya, Anda harus menempatkan stop loss Anda pada saat terbukti bahwa pola morning star telah gagal. Hal ini biasanya berada di bawah level “swing” dari polanya; jika harga jatuh kembali di bawah titik ini, trade Anda mungkin tidak akan menghasilkan profit.

Posisi konsolidasi atau resistance sebelumnya biasanya menjadi titik yang baik untuk dituju ketika menetapkan tujuan profit. Perhitungkan selalu rasio risk/reward Anda dalam situasi ini. Lebih baik melewatkan kesempatan ini dan menunggu kesempatan lain jika tujuan profit dan stop tidak sesuai dengan rencana trading Anda.

Kesimpulan

Trading yang hanya didasari oleh pola visual mungkin saja berbahaya. Morning star yang terbaik didukung oleh volume dan tanda-tanda lain, seperti garis support. Jika tidak begitu, cukup mudah untuk melihat morning star terbentuk setiap lilin kecil muncul dalam tren turun.

Bagikan
Salin tautan
Tautan disalin
Go
Tekan Mulai dan biarkan dora memilih artikel Anda hari ini!
ARTIKEL TERKAIT
3 min
Tren vs flats: apa beda nya dan bagaimana cara memakainya dalam trading?
4 min
Cara menggunakan aksi harga & kandil untuk menemukan perdagangan
5 min
Panduan pemula untuk grafik centang/tick
5 min
5 buku analisis teknikal terbaik untuk trader baru
5 min
7 pola candlestick yang harus diketahui setiap trade
4 min
Analisa keuangan dan kepentingannya untuk sebuah perusahaan

Membuka halaman ini di aplikasi lain?

Batal Buka