Kapan saat yang paling baik untuk membeli saham?

Ketika kamu masih baru dalam dunia investasi, akan sulit untuk mencari tahu kapan waktu yang tepat untuk membeli saham. Ketika harga pasar sedang rendah? Ketika sedang tinggi? Apakah memang ada “waktu yang tepat” untuk membeli saham? Banyak calon investor ragu untuk trading karena percaya celah peluang untuk membeli saham terlalu kecil. 

Ketakutan seperti itu tidak pernah menahan pasar. Hingga tahun 2021, kapitalisasi pasar global mewakili kenaikan lebih dari 300% dibandingkan dengan tahun 2009. 

Trader baru yang tidak punya begitu banyak pengalaman dengan pasar saham sering melakukan kesalahan dengan menunggu terlalu lama untuk mendapat harga yang lebih baik. Masalahnya adalah, seringkali momen yang tepat ini tidak pernah kunjung datang. 

Jadi bagaimana menghindari jebakan seperti itu? Dan kapan seharusnya waktu untuk membeli saham? Simak terus di bawah ini. 

Waktu yang paling baik untuk membeli saham 

Secara historis, ada beberapa periode dengan modal yang sangat besar, yang diikuti oleh kehancuran pasar yang besar pula. Kita sudah menyaksikan nya dari waktu ke waktu; contohnya, kehancuran pasar di tahun 1929, 1987, dan 2008. Di saat itu, peristiwa-peristiwa ini adalah bencana besar. Tetapi setelah melihat ke belakang, ternyata tidak semengerikan itu! Setiap waktu, perekonomian berhasil pulih.

Untuk perusahaan publik, sangat penting untuk menunjukkan potensi pertumbuhan mereka kepada pelanggan dan pemegang saham. Dengan setiap tahun finansial baru, perusahaan selalu mencari cara untuk meningkatkan kinerja nya dan mendapat hasil yang lebih baik. 

Singkatnya, tujuan utama sebuah perusahaan adalah untuk bertumbuh. Pastikan bahwa kamu bisa bertumbuh bersama mereka. Simak terus untuk empat tips terbaik tentang bagaimana kamu bisa mengikuti perubahan di dalam pasar dan belajar membuat keputusan investasi yang baik. 

1. Tetaplah berinvestasi berdasarkan apa yang sudah kamu kenali 

Salah satu saran yang terpenting bagi investor baru adalah untuk berinvestasi dalam industri yang sudah kamu kenali sebelumnya. Sebagai contoh, jika kamu tertarik pada fashion, mungkin sebaiknya kamu membeli saham di perusahaan pakaian yang trendi dan menjanjikan. Jika kamu tertarik dengan video game, maka kamu bisa membeli saham developer game yang kira-kira memiliki masa depan yang baik.

Jika kamu tahu informasi dari industri yang kamu investasikan, kamu akan merasa lebih senang. Selain itu, akan berasa lebih sederhana karena kamu tidak harus belajar dasar dari industri tersebut sebelum bisa masuk dan mulai trading. 

2. Pelajari perusahaan nya

Setelah kamu memutuskan untuk berinvestasi di perusahaan yang kamu minati, pastikan untuk memberi sedikit waktu untuk mempelajari lebih banyak tentang perusahaan tersebut sebelum menyimpan danamu disitu. Tentunya ada banyak faktor yang berpengaruh terhadap saham dari harga saham saat ini dan potensi keuntungan di masa depan. Kamu sebaiknya mempertimbangkan berbagai macam faktor ketika berinvestasi. 

Berikut di bawah ini hal-hal yang harus dipertimbangkan ketika kamu melakukan riset untuk berinvestasi dalam sebuah perusahaan: 

  • Produk atau layanan perusahaan tersebut. Pahami kebutuhan yang dipenuhi oleh perusahaan tersebut di pasar dan target pasarnya. 
  • Pesaing di dalam pasar saat ini. Penting juga untuk mengingat pesaing yang dihadapi oleh perusahaan tersebut. 
  • Gaya manajemen. Bagaimana cara perusahaan tersebut dikelola memiliki dampak besar terhadap kinerja nya di pasar. 
  • Laba perusahaan. Tentunya, sadar akan keuntungan yang didapat sebuah perusahaan adalah penting jika kamu ingin tahu apakah mereka layak untuk dijadikan investasi. 

3. Tentukan tujuan dan dapatkan pengalaman 

Hal lain yang juga penting adalah kamu tidak akan menjadi ahli investasi dalam semalam! Membuka akun mu dan membuat investasi pertama mu adalah langkah pertama yang sangat besar, tetapi ingat bahwa ini adalah langkah pertama dari banyak langkah lain. Jangan fokus hanya pada investasi satu jenis saham saja, tetapi pikirkan tentang tujuan jangka panjang mu dan pikirkan pula apa yang ingin kamu capai. 

Warren Buffett, seorang investor yang terkenal di dunia dan CEO dari Berkshire-Hathaway, pernah berkata bahwa “jika kamu tidak ingin memiliki saham selama sepuluh tahun, jangan pikir untuk memiliki nya selama sepuluh menit.” Pepatah ini berlaku untuk investor baru maupun investor yang berpengalaman dan sukses. Ketika kamu sudah menemukan perusahaan yang cocok denganmu, pastikan bahwa kamu berinvestasi untuk masa depan mu, bahkan dengan modal yang kecil sekalipun. 

4. Ingatlah tujuan utama 

Saran terakhir dari artikel ini adalah untuk tetap mengingat tujuan utamamu ketika trading. Tujuan akhir dalam trading adalah untuk mencapai tahap dimana modalmu bekerja untukmu, bukan sebaliknya. Contohnya, ketika perusahaan yang kamu sudah beli sahamnya mulai membayar deviden nya, kamu bisa mengambil keuntungan seada nya, atau investasi kan kembali secara otomatis. Ini adalah satu cara untuk memastikan bahwa investasi mu bertumbuh tanpa batas dan dengan usaha yang sangat sedikit darimu. 

Membuat rencana finansial jangka panjang adalah bagian penting dari investasi. Kalau kamu ingat tujuan utama mu ketika menentukan sasaranmu untuk masa depan, maka kamu akan berada dalam posisi yang lebih baik untuk mengambil keputusan yang lebih bijak dan lebih baik. 

Kesimpulan 

Artikel ini telah menjelaskan saat yang terbaik untuk membeli saham dan memberi saran penting untuk membantumu mengambil keputusan investasi yang lebih efektif. Dengan berinvestasi di bidang yang sudah kamu kenali, melakukan riset sendiri, dan menentukan sasaran, kamu bisa lebih yakin untuk membuat investasi yang bisa dipercaya. 

Bagikan
Salin tautan
Link copied
ARTIKEL TERKAIT
8 min
Saham NFT teratas untuk diamati tahun 2022
4 min
Cara menulis rencana keuangan
6 min
7 kebenaran finansial yang patut dipelajari di masa muda Anda
3 min
Temukan ceruk pasar Anda: kapan dan apa yang harus diperdagangkan
4 min
Bagaimana memilih broker online terbaik
4 min
Dunia ETF: panduan pemula