5 emosi trading yang paling umum

Topik emosi dan psikologi trading sama pentingnya dengan analisis atau strategi teknis. Faktanya bahwa peluang trader mengalami kerugian dana sebab emosi sama besar dengan sebab buruknya strategi. Panic selling acap kali begitu berpengaruh hingga tercatat dalam sejarah keuangan: misalnya, Black Monday, yang menandai awal mula surutnya pasar saham global.

Konon, emosi bukanlah musuh—tetapi hanya masalah kontrol diri.

Artikel ini akan menjabarkan siklus “stinking thinking” dari emosi trading dan memberi tahu berbagai macam emosi yang pasti Anda rasakan— baik, buruk, maupun membosankan.

1. Rasa takut

Ketakutan mungkin jadi satu-satunya emosi yang sering dibicarakan semua orang di dunia trading. Hal ini karena rasa takut adalah salah satu penyebab umum terjadinya kesalahan dalam trading. Takut dapat bermanifestasi dalam beberapa cara—takut akan hal abstrak, takut salah, takut tertinggal, takut rugi, takut tidak dapat keuntungan, dan sebagainya.

FOMO merupakan emosi yang sering jadi perhatian dan membuat para trader terlalu cepat mengambil peluang, hasilnya tentu saja berkali-kali gagal.

2. Bersemangat

Ketika pasar mulai bergerak sesuai keinginan, kepala Anda mungkin pusing. Di sinilah Anda merasa bersemangat dan membayangkan bahwa Anda akan menoreh kisah sukses di dunia trading.

Kesenangan memikirkan masa depan yang mujur ini menciptakan perasaan bersemangat. Hal itu memunculkan rasa percaya diri tinggi terhadap sistem trading yang Anda miliki. Secara umum, emosi ini baik, tetapi pastikan Anda tidak menjadi terlalu percaya diri.

3. Frustrasi

Anda dapat frustrasi kala melewatkan peluang trading, mengambil risiko tinggi, atau menyadari bahwa ada hal lebih baik yang bisa dilakukan. Emosi ini dapat menumbuhkan pola pikir negatif dan membuat masalah makin intens sehingga mengarah ke tercetusnya keputusan yang Anda sesali kemudian. Sebagai trader, Anda perlu belajar cara mengusir perasaan ini jauh-jauh.

Coba salurkan frustrasi Anda ke dalam tindakan produktif. Jika Anda membuat kesalahan karena ketidaktahuan, gunakan frustrasi itu sebagai motivasi dalam mempelajari lebih dalam tentang pasar.

4. Kegembiraan

Kesuksesan trading menciptakan kegembiraan. Trading jangka panjang mungkin tidak merasakan ini sesering trader jangka pendek. Maka, wajar dikatakan bahwa kegembiraan dianggap sebagai salah satu emosi umum para trader intraday.

Emosi ini membantu Anda menentukan faktor yang relevan dengan sistem trading Anda. Jika Anda senang dengan kesuksesan trading SMA crossover, kemungkinan besar Anda akan terus menggunakan SMA daripada strategi lain.

5. Rasa bosan

Rasa bosan lebih cenderung sebagai kondisi pikiran (state of mind) daripada emosi, tetapi juga masuk dalam daftar ini. Setelah kegembiraan awal tentang trading yang menguntungkan telah memudar, trading bagaikan proses menunggu (kecuali untuk scaler). Anda harus akui bahwa trading tidak selalu soal sensasi, bahwa bisa berubah jadi rutinitas.

Rasa bosan bisa membuat Anda kehilangan fokus. Ketika memilih untuk menjelajahi internet daripada memonitor sinyal, Anda mungkin saja melalaikan entri trading.

5 tips cara mengontrol emosi trading

Jika bermasalah dalam mengendalikan emosi, pertimbangkan cara-cara berikut:

  1. Beri label pada pikiran maupun perasaan Anda. Ketika Anda mengalami emosi dominan, berikanlah label. Mengakui “saya marah” atau “saya frustrasi” mungkin terdengar bodoh awalnya, tetapi dengan cara itulah Anda bisa melatih diri untuk merasakan emosi Anda.
  2. Jangan terikat pada posisi. Harapan suatu posisi berbalik memihak Anda hanya akan membuat Anda stagnan. Jangan keras kepala; tutup trading yang buruk saat strategi Anda mengisyaratkan demikian.
  3. Hentikan trading setelah serangkaian keberhasilan atau kerugian. Ketika peristiwa tertentu terjadi berturut-turut, Anda akan terpengaruh oleh itu. Kesuksesan dapat membuat Anda merasa tidak tertandingi. Kerugian dapat membuat Anda merasa kurang. Dalam kedua kasus tersebut, Anda dapat menghindari masalah kemudian dengan istirahat sejenak.
  4. Awasi order stop-loss Anda. Jangan gerakkan order stop-loss Anda di tengah trading. Jika telah Anda atur ke level tertentu dan harga bergerak ke arah menguntungkan, biarkan saja.
  5. Blokir kebisingan pasar. Ada suara-suara yang penting didengarkan, tetapi lebih penting untuk membatasi jumlah informasi yang Anda terima. Ada limpahan informasi selama terjadi bull market atau bear market yang kuat.

Selama emosi tidak menguasai Anda, mereka bukan musuh bagi logika. Emosi yang Anda rasakan di tiap sesi trading akan mendorong Anda agar bertindak dan memengaruhi keputusan Anda. Alih-alih mengelak, belajarlah untuk mengambil manfaatnya!

Bagikan
Salin tautan
Link copied
ARTIKEL TERKAIT
3 min
Bagaimana menjadi seorang day trader yang sukses
4 min
Cara berurusan dengan kerugian seperti seorang trader profesional
4 min
Mengapa kegagalan perdagangan ada di alam kita dan bagaimana cara mengubahnya
5 min
7 mitos trading yang mungkin Anda anggap benar
4 min
Cara meninjau perdagangan Anda secara efektif
5 min
Bagaimana cara memilih sistem trading yang sesuai dengan kepribadian anda