Belanja cerdas: belanja, bukan pemborosan

Pembeli yang cerdas adalah orang yang mampu menghabiskan lebih sedikit uang untuk mendapatkan lebih banyak barang – ide ini mungkin langsung muncul di benak Anda. Namun, di dunia yang modern, belanja cerdas memiliki makna yang sedikit lebih dalam yakni tidak ada pemborosan uang, pemborosan waktu dan juga pemborosan lingkungan.

Membaca artikel ini adalah langkah pertama (dan sederhana) untuk mempersiapkan diri Anda dalam berbelanja dengan cerdas.

Bagaimana cara menghabiskan lebih sedikit uang?

Tips belanja online

Belanja online dapat menghemat uang dan waktu. Tidak ada perjalanan, tidak ada antrean, dan bahkan checkout sendiri adalah cara yang lebih cepat. Berikut adalah beberapa tips yang dapat Kami berikan:

  1. Instal plugin pencarian cashback / kupon di komputer Anda. Rakuten, BeFrugal – berikut adalah beberapa contoh nama. Gunakan aplikasi ritel favorit Anda untuk melihat semua penawaran yang tersedia dan menggunakan kupon digital tersebut.
  2. Gunakan layanan seperti Raise untuk membayar dengan kartu hadiah diskon. Layanan ini menjual kartu hadiah dengan diskon mencapai 30% (Disini Anda juga dapat menjual kartu hadiah Anda sendiri).
  3. Tips untuk pengguna Amazon: gunakan layanan seperti Earny untuk menghemat belanja Anda di Amazon. Terdapat juga layanan luar biasa seperti CamelCamel untuk memantau penurunan harga di Amazon.
  4. Online sangat cocok bagi Anda untuk belanja bahan-bahan makanan. Triknya sangat sederhana: jika Anda lapar dan tergoda untuk membeli keripik, Anda dapat dengan mudah ke dapur atau pantry dan mengambil beberapa makanan ringan. Namun Pemasaran offline jauh lebih menarik daripada online, dimana akan membawa Anda pada keinginan dan pembelian yang impulsif.

Tips belanja offline

  1. Kunjungi bagian Clearance. Beberapa barang dijual dengan harga diskon yang tinggi hanya karena kemasan yang telah rusak dan tidak termasuk pada produk tersebut. Banyak toko roti menjual roti panggang dengan diskon setelah jam 3 sore. Jangan malu untuk menggunakan kupon kertas, periksa koran lokal atau selebaran kupon pada pertokoan.
  2. Belanja pada hari Senin dan Rabu, hari-hari ini tidak terlalu ramai dan lebih banyak barang clearance yang tersedia. Akhir pekan adalah waktu yang harus dihindari dari keseluruhan hari.
  3. Periksa apakah tersedia pasar petani lokal. Biasanya mereka memiliki harga yang lebih baik untuk produk musiman dan ditambah lagi Anda dapat mendukung bisnis lokal.
  4. Anda mungkin tahu trik ini: barang-barang paling mahal ditempatkan di rak yang paling depan. Kami sangat menyarankan untuk mencoba melihat pada susunan rak-rak yang terletak dibawah.

Rekomendasi secara universal untuk belanja online dan offline

  1. Pada setiap awal bulan, buatlah daftar pembelian yang telah direncanakan, buat anggarannya. Jangan pernah membeli barang mahal dengan harga penuh jika tidak mendesak. Bayangkan Anda ingin mengganti kasur atau ingin memperbarui pencahayaan di sekitar apartemen Anda dalam waktu dekat. Lakukan riset terlebih dahulu dan periksa penjualan tahunan besar seperti Black Friday atau Christmas Sales ataupun Holidays sale apa pun sepanjang tahun. Hal yang sama juga berlaku untuk TV, penyedot debu, dan peralatan, karena barang-barang ini cenderung dijual dengan diskon sepanjang tahun.
  2. Jadilah pembeli yang bijaksana. Sebelum Anda melakukan pembayaran, tanyakan pada diri Anda sendiri mengenai: Apakah saya benar-benar membutuhkannya? Apakah saya akan menyesal membelinya besok? Itu adalah pertanyaan sederhana yang harus Anda tanyakan pada diri sendiri untuk menghindari pengeluaran yang impulsif.
  3. Berlangganan dan ikuti ritel favorit Anda, tanpa harus melihat apakah Anda lebih suka berbelanja secara online maupun offline. Ini adalah cara agar Anda tetap mengetahui semua penawaran, penawaran khusus, dan tidak ketinggalan diskon besar. Dan…. Berhenti mengikuti dan berhenti berlangganan dari toko tempat Anda biasanya tidak berbelanja. Bahkan jika Anda tidak membeli apa pun, dikarenakan perhatian Anda dapat teralihkan dengan membaca dan juga akan membuang waktu Anda.
  4. Bagi keanggotaan toko atau bagi pembelian dalam jumlah besar dengan teman Anda. Banyak dari perusahaan mengeluarkan 2 kartu keanggotaan untuk setiap keanggotaan, jadi mengapa tidak membagikan manfaat ini kepada seseorang?
  5. Merek toko atau produksi rumahan biasanya lebih murah daripada produk yang bermerek, jadi periksalah.
  6. Cobalah untuk membeli barang yang sedang di diskon. Misalnya, Anda merencanakan ayam Tuscan untuk makan malam tetapi menemukan nila yang indah dengan penawaran menarik yakni “Beli 1 Gratis 1” di toko lokal Anda. Jangan lewatkan kesempatan untuk menyimpan dan memasak hal-hal yang belum Anda rencanakan sebelumnya, sungguh petualangan yang menarik!
  7. Cari ulasan tentang produk tersebut sebelum Anda membeli. Tetaplah mencari tahu. Beberapa ulasan mungkin berbayar, jadi jauhi produk yang hanya memiliki ulasan positif. Layanan seperti https://www.consumerreports.org adalah sumber yang bagus untuk memeriksa ulasan yang nyata.

Cara menggunakan lebih sedikit sumber daya alam

Belanja cerdas berarti tindakan cerdas yang tidak hanya menguntungkan diri sendiri tetapi juga untuk lingkungan dan masyarakat. Pikirkan tentang jejak apa yang Anda tinggalkan di alam ini.

  1. Gunakan tas yang dapat digunakan kembali daripada menggunakan tas plastik. Kemasan ramah lingkungan atau minimal menggunakan kemasan yang akan berfungsi sama. Hindari kemasan apa pun jika memungkinkan. Tidak perlu kemasan tambahan jika Anda membeli labu atau pisang.
  2. Belanja online berarti tidak harus mengunjungi toko, jadi Anda dapat menghemat bensin dan menyelamatkan lingkungan (kecuali jika Anda dapat berjalan kaki).
  3. Daur ulang apa yang Anda bisa – botol kaca, kaleng soda, kotak plastik dan kertas. Kemasan kaca upcycle seperti kaleng kaca kecil atau toples yang lebih besar. Anda dapat menggunakannya kembali di dapur atau kamar mandi maupun di taman.
  4. Cobalah untuk menghindari sampah makanan. Beli makanan yang tidak mudah busuk dalam jumlah besar dan makanan yang mudah rusak hanya sebanyak yang Anda butuhkan. Berhati-hatilah – bekukan apa yang mungkin tidak ingin digunakan sekarang untuk dapat menggunakannya nanti. Gunakan produk dengan cara baru. Misalnya, membuat crouton dengan menggunakan roti sisa.
  5. Hindari konsumerisme. Jika memungkinkan, belilah barang bekas. Elektronik bekas pakai, video game, bahkan furnitur! Penjualan yang dilakukan pada halaman rumah, toko barang bekas, pasar facebook, dan ada banyak lagi cara untuk menemukan barang bekas dengan harga yang jauh lebih menarik.

Sangat baik jika mengikuti semua rekomendasi yang tersedia. Namun, akan sangat sulit jika mencobanya secara sekaligus. Kami menyarankan untuk mencoba secara bertahap atau satu per satu.

Bagikan
Salin tautan
Link copied
ARTIKEL TERKAIT
4 min
5 cara mudah untuk belajar keuangan pribadi
4 min
Mengapa membuat anggaran keluarga itu penting?
4 min
Apa aturan penganggaran 50/30/20 itu?
4 min
Сara mendapatkan kemandirian finansial
4 min
Cara meminimalisir stres soal keuangan di waktu Natal
4 min
Apa yang dimaksud dengan tantangan hemat 52- minggu?