Uang dan finansial: apa bedanya?

Pernahkah anda memperhatikan bahwa istilah “uang” dan”finansial” biasanya digunakan dalam konteks yang berbeda? konsep dari uang banyak digunakan dalam kehidupan sehari hari — penghasilan, pembelanjaan, pinjaman, dan tabungan. Anda mungkin menggunakan ungkapan ini. Menariknya, puncak popularitas dari istilah “uang” terjadi pada April 2020 — 100/100 di Google Trends. Orang orang dapat berkata bahwa minat tentang uang belum turun sejak saat itu, setidaknya di benak orang-orang.

Istilah “finansial” di sisi lain, digunakan untuk menggambarkan konsep yang lebih luas dan lebih maju – seperti keuangan pribadi, perusahaan, dan publik. Bagaimana? Dan apakah istilah-istilah ini benar benar berbeda?

Definisi: apa arti setiap istilah

Uang adalah komoditas yang mengikat secara hukum atau sosial; hal itu mengukur nilai barang dan jasa, tetapi tidak memiliki nilai intrinsik. Jika anda membuka buku pelajaran tentang ekonomi makro, anda akan menemukan fungsi yang saling terkait tapi berbeda:

  • Media pertukaran: memfasilitasi penjualan, pembelian, perdagangan barang dan jasa
  • Akun unit: Alat ukur umum dari nilai barang dan jasa yang dipertukarkan
  • Penyimpanan nilai: Mempertahankan daya beli ke masa depan

Finansial adalah istilah yang lebih luas yang menggambarkan kegiatan yang terkait dengan uang, perbankan, hutang piutang, kredit, pasar modal, dan investasi. Jadi, uang adalah bagian dari finansial, tetapi finansial juga mencakup banyak hal lainnya.

Fokus utama dari finansial melibatkan manajemen keuangan, yang dapat proaktif dengan perencanaan berkala atau teratur dan reaktif terhadap peristiwa tertentu. Seperti yang telah disebutkan secara singkat di pembukaan, finansial memiliki tiga subkategori utama: 

  • Finansial pribadi: Strategi untuk kebutuhan masa depan setiap individu
  • Finansial perusahaan: Sumber pendanaan, penataan modal, dan keputusan investasi
  • Finansial publik / pemerintah: Pendapatan dan pengeluaran suatu negara

Perbedaan utama: tujuan dan pergerakan

  1. Finansial memiliki tujuan, sedangkan uang tidak

Dalam pikiran beberapa orang, finansial telah diukur dengan efisiensinya, dan pernyataan ini hampir secara eksklusif menyamakan finansial dengan uang, mengabaikan mata rantai penghubung yang utama – yaitu orang orang.

Pada dasarnya, maksud dan tujuan dari finansial adalah untuk membantu orang orang menyimpan, mengelola, dan mengumpulkan uang. Hal ini membantu para individu dan pelaku bisnis untuk beroperasi secara efektif dan efisien dan memiliki tujuan akhir sesuai arah yang mereka tentukan melalui aksinya. 

  1. Finansial adalah proses yang berkelanjutan, sedangkan uang adalah barang fisik

Money is earned and spent, whereas finance is target money in motion. Here are some examples of the activities finance includes (in the context of personal finance):

  • Menabung uang pribadi
  • Menginvestasikan uang pribadi dalam saham, obligasi, pendanaan, dll.
  • Meminjam uang
  • Meminjamkan uang
  • Membangun model anggaran dan keuangan untuk rumah tangga atau perusahaan
  • Forecast dan perencanaan

Mengubah sikap anda terhadap uang dan memperlakukannya seperti finansial

Jika anda memahami perbedaan antara uang dan finansial, anda akan melihat manfaat dari mengubah sikap anda terhadap uang pribadi. Pertimbangkan untuk mengubah pola pikir keuangan pribadi. hal ini tidak berarti hanya tentang penghasilan dan pengeluaran, tetapi juga menggunakan uang sebagai alat untuk mengelola tabungan, investasi, dan juga perlindungan aset.

Ketika tujuan utama anda sudah bukan hanya tentang “punya uang,” anda mulai bertindak seperti seorang ahli strategi finansial. Anda mengadopsi pola pikir akuntansi dan perencanaan yang kompeten. Anda mungkin melihat perubahan dalam diri anda, di mana tindakan anda diarahkan untuk membuat keputusan yang cerdas dan membangun cadangan keamanan.

Pikirkan tentang apa yang bisa membawa anda ke masa depan dan menopang anda tanpa kendala atau hutang. Cara yang baik untuk memulai adalah dengan membangun rencana keamanan finansial. Kurangi pengeluaran anda sebesar $100-$200 per bulan atau lebih jika anda mampu, dan simpan langsung ke simpanan (rekening tabungan) yang dapat anda akses dengan mudah untuk pengeluaran tak terduga. Jumlah yang disarankan adalah 6 kali gaji bulanan.

Setelah anda memiliki dana darurat, pertimbangkan untuk berinvestasi pada berbagai aset yang dapat menghasilkan pendapatan. Hal ini hanyalah contoh singkat tentang bagaimana anda dapat mengelola strategi finansial anda.

Bagaimana meningkatkan pengelolaan finansial anda

Mari akhiri artikel ini dengan tips mengelola finansial perusahaan yang benar benar bekerja untuk finansial pribadi anda. Hal ini adalah aturan dasar untuk menangani uang sebagai pelaku bisnis dan sebagai individu: 

  • Memiliki rencana — garis besar tujuan, batasan waktu, anggaran, dan sumber pendapatan anda.
  • Ketahui pengeluaran anda sehari hari dan rencanakan pengeluaran besar di masa depan (mobil, rumah, liburan).
  • Dapatkan pendanaan yang tepat, yang di konteks finansial pribadi, berarti membangun aliran pendapatan yang handal, idealnya berjumlah banyak.
  • Atasi masalah segera saat masalah itu muncul. Lunasi hutang yang mendesak dan jangan tunda melakukan pembayaran untuk perbaikan yang memang perlu. 
  • Periksa batas batas dan pengawasan atas barang barang pribadi yang tidak terlalu mahal, tidak efisien, atau tidak perlu.
  • Pantau kemajuan secara teratur dan perbarui catatan anda.
  • Mulai ke paperless — pindai dan kelola tanda terima secara elektronik. 

Secara keseluruhan, manajemen finansial yang baik dapat menghemat waktu anda, mengurangi stress, dan meningkatkan pendapatan anda yang dapat dibelanjakan.

Bagikan
Salin tautan
Link copied
ARTIKEL TERKAIT
3 min
Bagaimana cara kerja pasar saham?
4 min
Apa itu Dow Jones?
5 min
Bagaimana cara berinvestasi di reksadana online?
4 min
Apa itu aset berwujud dan tidak berwujud?
3 min
Perbedaan utama antara pasar primer dan sekunder
4 min
Bagaimana cara memilih saham untuk investasi rasional?