Harapan atau sensasi: akankah metaverse meningkatkan biaya hidup?

Tren virtual dan augmented reality (AR) telah membuka jalan bagi berbagai inovasi baru untuk terealisasi dalam skala yang lebih besar. Hal yang awalnya dimaksudkan sebagai sistem terdesentralisasi malah menjadi real estat virtual.

Metaverse semakin populer setelah Facebook mengubah namanya menjadi Meta. Mark Zuckerberg, CEO Meta, menjelaskan bagaimana metaverse bertujuan untuk membuat pekerjaan dan kehidupan menjadi mudah, hemat, dan pengalaman tanpa hambatan.

Harapan atau sensasi: akankah metaverse meningkatkan biaya hidup?

Sekarang ini, freelancer dapat menepis keharusan bekerja di lingkungan yang membosankan. Dengan metaverse, siapa saja dapat mengatur lingkungan ruang kerja virtual yang memungkinkan untuk bersosialisasi dengan avatar lain. Kebutuhan kehidupan sehari-hari lainnya, seperti belanja, sekolah, dan permainan, juga diperhatikan baik dalam peningkatan yang luar biasa ini.

Namun, cukup banyak individu yang skeptis akan inovasi ini dan menjadi topik bahasan tentang mengapa inovasi ini harus diterima di publik. Sebaliknya merek-merek top seperti Nike dan Adidas telah mengeksplorasi lebih awal ke ekosistem baru ini.

Karena setiap tindakan terjadi secara virtual dan tidak dalam kehidupan nyata, pertanyaannya adalah; akankah metaverse meningkatkan biaya hidup? Lihat sampai akhir untuk mengetahui arti metaverse.

Pemborosan atau penghematan – mengevaluasi berbagai sektor

1. Tur dan travel

Adanya pembatasan perjalanan yang dapat terjadi kapanpun, tur virtual ke lokasi terkenal seperti piramida besar Mesir, Yunani kuno, atau Kota Vatikan di Roma kini telah menjadi terkenal. Orang-orang sekarang dapat menghemat lebih banyak biaya untuk perjalanan dan tour dengan menjelajahi banyak tempat (dengan nyaman) yang biasanya menghabiskan banyak uang.

Pengembang bekerja keras untuk menghadirkan pengalaman yang lebih realistis ke metaverse dengan menciptakan kembali acara spesial. Jadi, Anda tidak hanya akan menghemat untuk bepergian (secara virtual), tetapi Anda juga akan dapat melakukan perjalanan kembali ke masa mana pun.

2. Pekerjaan

Harapan atau sensasi: akankah metaverse meningkatkan biaya hidup?

Berbagai bisnis dan perusahaan mencoba untuk menggunakan metaverse sebagai kolaborasi hemat biaya. Dengan adanya metaverse, karyawan tidak perlu mengeluarkan uang untuk tiket pesawat atau melakukan perjalanan jarak jauh untuk menghadiri rapat konferensi.

Meskipun aplikasi konferensi seperti Zoom dan Microsoft Teams memberikan semacam kolaborasi virtual, namun, diyakini masih memiliki kekurangan sentuhan realitas yang dihadirkan metaverse. Karyawan tidak hanya dapat berinteraksi di ruang virtual, tetapi setiap avatar akan dapat bertukar data tanpa mengeluarkan biaya berlangganan.

3. Shopping

Berbelanja di dunia nyata dengan market place online seperti eBay, Amazon, Flipkart, dll. Anda dapat menikmati produk atau layanan yang dikirimkan langsung ke rumah Anda hanya dengan memesan secara online ketika berbaring. Sistem ini telah membuat hidup terasa lebih nyaman.

Meskipun kultur belanja ini dinikmati, namun tantangan nyata sudah terlihat, misalnya saja seperti gangguan dalam proses pengembalian dana atau ketidaksesuaian produk—terutama saat berbelanja pakaian. 

Metaverse memungkinkan Anda untuk secara nyata merasakan dan melihat produk. Misalnya, avatar dengan gaya dan warna kulit yang berbeda dapat digunakan untuk mencoba produk-produk fesyen.

4. Investasi

Harapan atau sensasi: akankah metaverse meningkatkan biaya hidup?

Sebagian besar investasi kehidupan nyata tunduk pada faktor ekonomi seperti berita keuangan global. Selain itu, likuiditas dapat menjadi masalah yang signifikan bagi saham atau sekuritas utama. Di ruang virtual, investasi terjadi pada sistem terdesentralisasi.

Karya seni—NFT dan real estat metaverse mengambil arus utama sebagai investasi teratas di ruang virtual. Decentraland, Sandbox, dan Crptovoxels memungkinkan orang untuk membeli barang di area virtual sebagai jenis token yang tidak dapat dipertukarkan (NFT).

Ketika populasi dunia maya meningkat, investor telah terjun lebih awal untuk membeli NTF seperti real estat virtual; ini bisa menjadi cara yang menguntungkan untuk berinvestasi dalam aset yang bebas dari pengaruh dunia nyata.

Hal ini tidak hanya mengurangi biaya hidup, tetapi juga memberikan hak dan keistimewaan investasi yang setara.

5. Finansial

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, aktivitas keuangan di metaverse tidak memiliki aktivitas terpusat. Sebagai pengganti bank, Decentralized Finance (DeFi) menyediakan semua solusi keuangan untuk investasi.

Anda mungkin dilarang untuk membeli sekuritas mahal dalam kehidupan nyata, tetapi metaverse memungkinkan siapa pun (terlepas dari status keuangan) untuk membeli cryptocurrency dan NFT melalui DeFi. Selain itu, aset dapat dengan mudah diperdagangkan atau ditukar dengan pembelian lain di metaverse.

Kesimpulan

Harapan atau sensasi: akankah metaverse meningkatkan biaya hidup?

Metaverse tidak hanya berjanji untuk mengurangi biaya hidup tetapi merealisasikannya. Ruang virtual ini memungkinkan orang untuk hidup lebih nyaman dan bebas dari kekhawatiran dunia nyata. Meskipun gaya hidup ini dapat dengan cepat menjadi praktik yang membuat kecanduan, hal ini menghadirkan salah satu solusi terbaik untuk keuangan dan likuiditas dalam investasi.

Bagikan
Salin tautan
Tautan disalin

Membuka halaman ini di aplikasi lain?

Batal Buka