Mengapa Bitcoin yang muncul pada tahun 2009, baru meluncur naik pada tahun 2017

Saat ini, umat manusia hampir terbiasa dengan eksistensi secara paralel dari mata uang fiat dan mata uang crypto – toh hal ini sudah berlangsung selama 14 tahun. Kata blockchain terdengar akrab bagi kita, tingkat penggunaan kata bitcoin di berita berita pagi, dan setiap gamer  berusia 10 tahunan ingin menambang crypto. lebih dari 600 juta transaksi bitcoin telah dilakukan hingga saat ini, jadi, jelas, kita tidak bisa begitu saja mengabaikan fenomena ini karena skalanya yang begitu besar.

Tetapi apakah kita sudah berhasil mencari tahu apa sebenarnya mata uang crypto itu? Startup yang brilian atau scam yang sukses, atau sirkuit keuangan sekunder yang memiliki cita cita untuk menjadi yang primer? Umat manusia masih belum menentukan mau ditaruh dimana blockchain itu.

Ketidakpastian ini adalah inti dari perjalanan bitcoin yang banyak fluktuasinya yang tak terduga. Harganya tampaknya dipatok pada perubahan dramatis dalam sikap publik terhadap bitcoin.

Alasan kenaikan bitcoin yang luar biasa pada tahun 2017 masih menjadi perdebatan yang sengit. Namun, semua orang setuju pada satu hal – skalanya sama sekali tidak terduga.

Jadi, apa yang terjadi pada tahun 2017? Kita tidak akan pernah tahu – tetapi kita bisa mencoba mengingat bagaimana semuanya ini dimulai. Sebenarnya, bagaimana dan kapan semuanya dimulai adalah titik yang diperdebatkan. Biasakan saja – dengan bitcoin, segalanya bisa diperdebatkan.

Ada yang mengatakan bahwa proyek Phoenix, yang awalnya muncul pada konferensi Bretton Woods tahun 1947, menjadi langkah pertama menuju penciptaan mata uang digital yang independen dari regulator pemerintah. Tapi mari kita mulai dari tahun 1988…

Bangkitnya Phoenix

Pada tahun 1988, Phoenix sekali lagi berkibar ke lanskap ekonomi global, masuk dengan gelagat besar.

Setiap januari, masyarakat ekonomi global terlibat dalam pemecahan teka teki favorit – menguraikan sampul edisi terbaru dari The Economist. Sampul pertamanya pada tahun 1988 menampilkan koin berwarna emas dengan gambar Phoenix dan uang kertas di kaki burung yang dilalap api. Artikel tentang koin dalam dunia global yang belum diketahui ini dapat membuat IMF menjadi usang.

Gambaran ini adalah pertanda jelas yang pertama bagi masyarakat ekonomi global. Hal ini mengakui perlunya instrumen keuangan yang secara fundamental independen dan mampu menumbangkan hegemoni bank sentral nasional maupun supranasional. Maka dari itu, pertanda ini hanyalah tetap menjadi sebuah pertanda selama bertahun tahun. Sampai tahun 2007.

Nakamoto sebagai pemicu pemasaran

Identitas pencipta mata uang crypto adalah hal kontroversial lainnya. Yang kita tahu adalah “pada tahun 2008, seseorang yang dikenal sebagai Satoshi Nakamoto..” Segala sesuatu yang lainnya tampak samar. Siapa saja dan mengapa mereka terlibat dengan proyek ini? Apa tujuan akhirnya? Nakamoto menghilang di tahun 2011, meninggalkan pertanyaan paling mendesak yang belum terjawab: kapan dan di mana 1,1 juta bitcoin Nakamoto akhirnya akan muncul ke permukaan?

Pasti ada alasan untuk kerendahan hati yang tidak umum dari seorang yang membolak balikkan ekonomi dunia. Hal ini mungkin keinginannya untuk hidup di luar mata publik, atau keinginan untuk memiliki senjata rahasia – paling mudah bagi pencipta untuk menghancurkan keturunanya dengan mengungkapkan kelemahannya atau membuang bitcoin-nya ke pasar dan menyebabkan keruntuhan. Apapun itu, misteri dan citra pemberontak (digambarkan oleh para jurnalis nantinya) dari seseorang yang menentang sentralisasi global telah menarik orang orang ke bitcoin dan mata uang crypto secara umumnya. Sosok Satoshi Nakamoto sendiri adalah strategi pemasaran terbaik.

Marty Malmi, manajer resmi pertama Bitcoin dan promotor jenius menemukan argumen brilian yang mendukung mata uang crypto. Dia menganggap runtuhnya Lehman Brothers, bank investasi terbesar di Amerika, penting untuk penemuan bitcoin. Apa yang bisa lebih meyakinkan untuk mempopulerkan instrumen keuangan independen? Pilihan antara bank yang bisa bangkrut kapan saja dan token yang didistribusikan secara egaliter yang tidak secara fisik terletak di mana pun tampak jelas.

2015-2017. Alasan objektif untuk pertumbuhan bitcoin

Fluktuasi harga bitcoin sebelum 2016 tidak dapat dianggap signifikan (mari kita abaikan anekdot 2 pizza). Saat itu adalah periode akumulasi – dan lokasi sejumlah besar dana ditambang pada masa dimana hal tersebut masih sangat asing.

Pada saat yang sama, 2016 sama pentingnya dengan sejarah bitcoin seperti 2017, atau bahkan lebih. Tahun itu umat manusia mengambil langkah spontan namun menentukan untuk mengakui bitcoin sebagai alternatif mata uang fiat. Semuanya dimulai di India, sebagai bagian dari perang melawan korupsi, ketika peredaran pecahan terbesar 500 dan 1000 rupee tiba-tiba dilarang, dengan hanya 50 hari dan kuota yang ketat untuk menukar uang kertas lama. Populasi India yang besar bergegas untuk menerima bitcoin karena pemerintah pada dasarnya tidak memberi mereka pilihan lain.

Itu adalah eksperimen keuangan spontan yang menunjukkan kekuatan dan keserbagunaan instrumen ekonomi baru ke seluruh dunia. Salah satu hasil penting adalah tokenisasi ICO – pengakuan blockchain sebagai instrumen keuangan yang likuid.

Jadi, pada akhir 2016, sebagian besar pakar crypto setuju – Bitcoin akan melonjak pada tahun 2017. Perkiraan paling ambisius memperkirakan kenaikan menjadi $1.500. Tidak ada yang bisa membayangkan skala sebenarnya dari kenaikan tersebut…

Ini tahun 2017. Kencangkan ikat pinggang!

Bitcoin mengalami reli vertikal dimulai pada akhir tahun 2017. Dari $1.000, harganya melonjak menjadi $20.000, terkadang menunjukkan peningkatan mingguan 40% yang luar biasa. Periode yang sama dimulainya digitalisasi masal proyek komersial – pada tahun 2017 saja, jumlah ICO meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan tahun 2016.

Para ekonom yang menganggap bitcoin sebagai utopia hanya setahun sebelumnya memprediksi efek gelembung sabun, dengan cepat “melihat cahaya” dan menemukan seluruh daftar alasan untuk pertumbuhan Bitcoin yang fantastis:

  • Ekonomi global yang dibangun di sekitar dolar sedang mengalami krisis, dan terjadilah hal default;
  • Jepang secara resmi mendukung bitcoin sebagai alat pembayaran;
  • China melonggarkan undang-undangnya tentang mata uang crypto, memungkinkan untuk memuat kapasitas teknisnya;
  • Pengurangan pertama dalam komisi untuk pengembangan blok dan komplikasi simultan dari proses penambangan menyebabkan arus keluar penambang dan kemudian defisit BTC;
  • Masa depan bitcoin muncul di US, mengkonfirmasi rumor tentang legalisasi aset kripto di masa depan.

Tether mulai bermain

Ada versi lain dari kenaikan bitcoin 2017 yang menghubungkannya ke USDT, stablecoin yang mungkin sepenuhnya didukung oleh folar flat. Namun, para ahli percaya (dan pada tahun 2021 Tether telah mengakui sebagian ke pengadilan) bahwa aset sebenarnya yang mendukung USDT jauh lebih kecil dari yang selama ini diklaim.


Pada tahun 2018, profesor finansial John Griffin dan Amin Shams menerbitkan penyelidikan terperinci tentang apa yang mereka yakini sebagai intrik tidak bermoral yang mengarah pada keajaiban bitcoin 2017. Mereka mengungkapkan hubungan yang mencurigakan antara bitcoin dan USDT, mengklaim bahwa Tether mencetak uang dan dan menyalurkannya ke BTC untuk menaikkan harganya. Harga Bitcoin turun setelah penelitian tersebut diterbitkan, dan tidak bangkit kembali setelah dibantah, mungkin karena banyak di industri masih percaya bahwa USDT telah melakukan trik tipu daya. 

Pada akhirnya, tampaknya aset keuangan yang paling mungkin independen – Bitcoin – sangat bergantung pada tren PR dan sentimen pasar secara umum, bahkan dengan alasan objektif. Secara signifikan lebih dari instrumen keuangan konservatif dan dimanipulasi.

Bagikan
Salin tautan
Link copied
ARTIKEL TERKAIT
3 min
Apa itu Bitcoin?
6 min
Apa itu blockchain?
14 min
8 teknologi baru yang layak untuk diinvestasikan
5 min
Apa yang akan terjadi setelah semua bitcoin ditambang?
5 min
Internet of things – apakah itu ancaman atau berkah?
7 min
Cara menambang uang tunai Bitcoin untuk pemula