10 kesalahan yang akan membuat uangmu menipis

Pengeluaran kecil sekalipun, ketika terus bertambah, akan menjadi kerugian besar pada akhirnya. Sebagai contoh, saat kamu membeli pizza setiap minggu sepanjang tahun, kamu akan mengeluarkan uang setara dengan $1000 yang sebenarnya bisa kamu investasikan untuk mendapat penghasilan lebih. Ada setidaknya 10 kesalahan yang kita bisa buat tanpa paham berapa banyak uang yang hilang karena nya. 

Mengabaikan penganggaran 

Kalau kamu tidak menghitung uangmu, kamu tidak akan tahu pengeluaranmu itu untuk apa. Membuat anggaran itu sederhana, lho. Coba ambil selembar kertas dan bagi menjadi dua kolom. Kolom yang kiri untuk pengeluaran, dan kolom kanan untuk pemasukan. Sekarang kamu sudah punya sebuah neraca keuangan. Isilah neraca ini selama sebulan dan kamu akan lihat semua pengeluaran dan pemasukan mu. Jika neraca mu seimbang, ini awal mula yang baik. Tetapi tujuan yang sebenarnya adalah membuat kolom kanan mu lebih baik. 

Tidak membuat rencana finansial

Jika kamu hidup tanpa rencana finansial, kamu tidak tahu sasaran hidupmu. Kamu hidup dari gaji keg aji tanpa harapan untuk mengubah keadaan ini. Bisa saja ada kejadian darurat dan kamu tidak punya uang untuk menangani nya, jadi kamu harus meminjam uang atau mendaftar untuk mendapat pinjaman bank yang akan terlihat mahal. 

Tidak memberi upah untuk diri sendiri terlebih dahulu

Istilah “bayari diri sendiri dulu” datang dari buku “The Richest Man in Babylon” karya George Samuel Clason. Arti dari saran ini adalah: saat kamu mendapat gaji atau penghasilan lain, kamu seharusnya menyimpan 10% untuk dirimu sendiri. Hanya setelah itu kamu bisa membayar untuk hal-hal lain seperti makanan atau barang-barang. 10% ini akan tersimpan di dana pribadi mu dan bisa digunakan sebagai pengaman finansial atau di investasikan untuk mendapat penghasilan lebih. 

Catat! Bayari diri sendiri dulu untuk menjaga uangmu. 

Menghabiskan uang untuk barang yang tidak perlu 

Pengeluaran yang tidak perlu akan membuat lubang yang besar di saku mu. Seorang shopaholic keluar dari took dengan tas penuh dengan barang yang bisa dibeli. Di akhir bulan, orang ini akan menyesal karena tidak bisa lebih hemat. Orang-orang yang mapan tidak pernah menghabiskan uang untuk barang yang tidak perlu. Mereka hanya membeli barang-barang yang memang diperlukan. 

Meminjam uang atau mendapat pinjaman 

Meminjam uang akan mendorong kamu untuk hidup di atas anggaran dan belanja lebih daripada yang kamu bisa. Jika kamu mendapat pinjaman dari bank, kamu harus membayar bunga yang merupakan pengeluaran ekstra. Mulai untuk meminjam uang akan menjadi langkah yang beresiko memicu stress berkepanjangan. Selain itu, kamu tidak akan mampu untuk menyimpan sebagian dana mu untuk investasi karena kamu harus membayar Kembali pinjamanmu itu. 

Membeli barang baru sementara yang lama masih bisa digunakan

Ini adalah kesalahan umum yang dibuat oleh orang dengan penghasilan rendah. Sebagai contoh, membeli handphone atau mobil baru di saat yang lama masih berfungsi dengan baik. Orang yang mapan yang tahu cara menjaga kekayaan mereka membeli barang berkualitas tinggi tidak hanya karena berprestise, tetapi juga karena tahan lama. Beli lah barang berkualitas tinggi semampumu dan gunakan selama mungkin tanpa berusaha untuk membeli model yang baru hanya karena teman atau tetanggamu bisa. 

Tidak berusaha mendapat penghasilan tambahan 

Uang harusnya bekerja, ini prinsip yang dipegang oleh orang-orang yang mapan. Jika kamu tidak mendapatkan penghasilan tambahan kamu akan kehilangan uang. Belajar untuk menginvestasikan uangmu dan dapatkan penghasilan lebih dengan sedikitpun dana yang kamu miliki. Kamu perlu membuat langkah pertama menuju kemapanan. 

Tidak menabung 

Uang yang ditabung adalah uang yang dihasilkan, menurut orang bijak. Akan tetapi, menyimpan danamu di celengan bukanlah ide bagus, karena mudah dicuri atau dihabiskan untuk hal-hal yang tidak penting. Lebih baik membuka rekening tabungan di bank terpercaya dan menyimpan danamu disana sehingga bisa menghasilkan bunga rutin. Untuk membuat tabunganmu lebih terlindungi kamu bisa melakukan diversifikasi investasi, contohnya membeli obligasi negara atau saham perusahaan yang makmur. 

Hidup dengan harapan keberuntungan 

Ada pepatah “orang bodoh dan uangnya akan segera dipisahkan”. Ini artinya orang bertindak sangat ceroboh sehingga uangnya hilang. Seringkali istilah ini dipakai untuk orang-orang yang banyak keluar uang untuk tiket lotere atau hal lain yang menjanjikan imbalan langsung sebagai hasil dari keberuntungan. Ingat-ingat: mudah datang, mudah pergi. Walaupun kamu menang sekali kamu kemungkinan akan hilang yang sudah kamu dapatkan. 

Hidup di luar kemampuan 

Kalau kamu selalu kekurangan uang mungkin kamu hidup di luar kemampuanmu. Dengan kata lain, kamu menghabiskan banyak dari yang kamu hasilkan. Mungkin kamu bertanya, bagaimana ini mungkin? Jawaban nya cukup jelas: kartu bank, pinjaman, bantuan finansial dari kerabat mu dapat membantu untuk sekarang. Tidak apa-apa jika kamu bisa bertahan dengan kondisi keuanganmu saat ini, tetapi hidup di luar kemampuanmu ini kebiasaan berbahaya yang akan berujung pada hilangnya uang.

Bagikan
Salin tautan
Link copied
ARTIKEL TERKAIT
4 min
Apa aturan penganggaran 50/30/20 itu?
4 min
5 cara cerdas dalam rumah tangga untuk mengurangi biaya energi
5 min
9 kebiasaan yang tidak akan pernah membuatmu makmur
5 min
Berapa banyak gaji anda yang harus anda tabung?
4 min
Mengapa membuat anggaran keluarga itu penting?
4 min
7 kebiasaan merusak dari orang yang selalu kekurangan uang