Bagaimana cara mengembangkan psikologi trading yang benar

Trading di pasar saham memiliki dampak psikologis yang sangat besar terhadap seorang investor. Penting untuk dipahami bahwa ada kala nya kamu akan kehilangan uang. Oleh karena itu, investor pemula harus siap menghadapi beberapa isu psikologis, agar dapat menjadi trader pasar saham yang baik di masa depan. Walau begitu, banyak teknik untuk menguasai emosi dalam rangka menguasai psikologi trading dan berhasil dalam pasar saham. 

Berlatih terlebih dahulu 

Trading tanpa pengalaman sebelumnya dalam finance adalah sebuah proses sulit, yang jelas akan berujung pada kesalahan yang akan menyebabkan hilangnya dana. Sulit dihindari memang, tetapi ada solusi untuk masalah ini, yaitu trading dalam simulasi pasar saham, atau trading di atas kertas. 

Menggunakan simulator pasar saham adalah cara yang sangat baik untuk mencoba secara langsung kegiatan trading, dengan menguasai teknik dari teori yang sudah dipelajari dan mempraktekannya. Trading di atas kertas dapat mengajarmu untuk mengelola resiko, menggunakan limit order dan stop loss. 

Sebelum terjun ke dalam pasar saham yang sesungguhnya, kamu sebaiknya berlatih dalam simulator pasar trading selama beberapa minggu, atau bahkan beberapa bulan. Pertama, catat kinerjamu sehingga kamu dapat belajar dari kesalahan-kesalahanmu. Lalu, ubah strategimu sesuai dengan keadaan pasar secara keseluruhan. 

Jangan berlarut-larut dalam kesalahanmu

Trading dengan menggunakan dana yang nyata tentu saja tidak sama dengan trading di atas kertas. Emosi yang terlibat sangat berbeda saat uang sungguhan dipakai. Ingatlah bahwa dua emosi terkuat dalam trading adalah keserakahan dan ketakutan. Seperti yang dijelaskan oleh penulis keuangan Naved Abdali, “apapun yang dilakukan atau yang tidak dilakukan orang, itu berdasarkan keserakahan dan ketakutan.” Kamu akan menjadi rakus Ketika mencoba mengambil semua resiko yang mungkin. Pasar yang bullish (cenderung bergerak naik) penuh dengan hasrat keinginan. 

Rasa takut adalah lawan dari rasa serakah, sama seperti pasar yang bearish (cenderung bergerak turun) adalah lawan dari pasar bullish. Rasa takut membuat para trader keluar dari pasar dengan cara menjual seawal mungkin. Sayangnya, sebelum kamu benar-benar paham psikologi trading dan belajar cara mengontrol emosimu, kamu akan banyak merasa serakah dan takut. Kamu harus berpikir kerugian yang terbuat selama beberapa minggu pertama trading sebagai pelajaran. Kamu tidak akan bisa menghindar dari ini, sehingga ini menjadi bagian dari pendidikan yang akan membantumu menjadi trader saham yang handal. 

Belajar dari trader lain dan psikologi investor mereka 

Pasar saham sudah ada dari jaman dahulu kala. Investor-investor telah menciptakan berbagai macam strategi yang membantu para trader untuk unggul di pasar. Ini pentingnya belajar dari kesalahan mereka. Akan tetapi, sebaiknya kamu tidak hanya belajar dari kesuksesan mereka – cerita-cerita mengenai kegagalan menampilkan kesalahan dari investor tersebut sehingga kamu dapat mengambil pelajaran dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. 

Perlu dicatat bahwa trader yang sukses tidak pernah meremehkan pentingnya psikologi trading. Mereka juga berpikiran terbuka dan terus mencari peluang-peluang baru di pasar, selalu mencoba memperluas wawasan mereka mengenai kondisi pasar saat ini dan ilmu keuangan secara umum. Mereka tidak pernah membiarkan emosi menguasai mereka. Akan tetapi tentu saja investor-investor ini juga dapat berbuat kesalahan, yang seringkali memakan biaya ribuan atau bahkan jutaan dolar – tetapi mereka tidak pernah terpaku pada kesalahan-kesalahan tersebut. Singkatnya, investor yang sukses berusaha proaktif, sekeras apapun keinginan mereka untuk menjadi reaktif. 

Buatlah stop loss sebelum terlambat – aturan #1 trading pasar 

Menjadi terlalu terikat dengan aset, sejujurnya, itu berbahaya. Akibatnya, investor akan berpikir “tidak akan bisa jadi lebih rendah lagi”, walaupun semua indikator rasional menandakan bahwa “bisa jadi lebih rendah lagi”. Ingatlah, pasar tidak selalu akan berjalan sesuai keinginanmu. Kamu tidak bisa menggunakan kehendakamu untuk mengatur pasar. Seringkali pasar akan terlihat tidak teratur – karena memang begitu. Akan tetapi, menggunakan metode analisis yang sangat teliti dan tetap tenang walaupun berada dalam situasi yang sangat penuh tekanan akan membuatmu berhasil. 

Sebelum itu, jangan sampai semangatmu jatuh terlalu jauh. Ini adalah salah satu prinsip dasar trading pasar. Stop loss yang seimbang adalah yang tepat waktu sehingga kamu bisa berada tetap di tempat setelah jatuhnya harga, dan yang rentangnya cukup sedikit sehingga kamu dapat memotong kerugian yang tidak terduga. Kamu akan menemukan keseimbangan ini dengan cukup latihan. 

Tetaplah pada pola yang dikenal – tapi kembangkan wawasan analisis teknikal mu

Analisis fundamental itu cenderung terlalu pelan untuk seorang trader harian, jadi dia harus bergantung pada analisis teknikal, sebuah jenis analisis keuangan yang diatur oleh data yang diciptakan oleh pasar. Alat analisis teknikal yang utama untuk seorang trader harian adalah grafik dan pola-pola. 
Investor yang ingin menghasilkan kekayaan dengan trading saham sehari-hari harus yakin bahwa mereka sudah kenal dengan berbagai macam pola yang muncul di pasar dan cara mengenalinya. Ini sebabnya memilih beberapa cara dan berlatih untuk hanya menggunakan cara-cara ini. Akan tetapi, jangan lupa bahwa ada prinsip-prinsip penting dalam analisis teknikal selain hanya pola-pola tertentu, yang artinya penting untuk memperluas wawasanmu dalam analisis teknikal dan juga psikologi trading secara terus menerus.

Bagikan
Salin tautan
Link copied
ARTIKEL TERKAIT
5 min
Top-5 Buku Psikologi Perdagangan Terbaik
3 min
Bagaimana menjadi seorang day trader yang sukses
5 min
Kesalahan paling umum dari seorang pedagang dan cara menghindarinya
5 min
4 Gaya trading umum: Temukan yang cocok untuk Anda
5 min
Bagaimana cara memilih sistem trading yang sesuai dengan kepribadian anda
4 min
5 hal sederhana yang akan mengubah Anda menjadi trader yang buruk dalam semalam